Kita ?

 

credit : https://favim.com/image/7409450/

Menapaki jalan terjal dengan kerikil dan bebatuan yang menyertai, kadang angin datang mendorong untuk meringankan langkah, kemudian berbalik arah untuk memperberat langkah. Beberapa rumah dengan halaman yang asri terlihat menarik untuk dipandang, yang lain terlihat kokoh yang lain juga terlihat rapuh. Pohon-pohon hijau dengan dahan besar menjulang, meneduhkan jalan.

Pada sebuah persimpangan jalan ia menolah ke kanan, mengingat jalan lama yang pernah ia lewati. Berbagi cerita, suka dan duka. Pada orang-orang yang pernah ia temui, ia ingat kembali cerita awal dan akhir perjumpaannya.

Padanya yang pernah memiliki cerita-cerita menyenangkan untuk diceritakan ulang, ku lambaikan tanganku, kamu telah pergi menuju jalanmu, dan aku berjalan menuju persimpangan jalanku.

Setiap jalan yang kemudian kita lalui, menemukan manusia-manusia baru yang luar biasa, dengan kerikil yang berbeda dan angin sepoi-sepoi  atau badai yang menyertainya.

Ternyata berbeda jalan pun terasa menyenangkan.

Tak pernah ada cerita lagi dengan subjek kita, yang tersisa adalah aku dan kebahagianku.

Selamat malam Sephia :)

Komentar