Menapaki jalan terjal dengan kerikil dan bebatuan yang
menyertai, kadang angin datang mendorong untuk meringankan langkah, kemudian
berbalik arah untuk memperberat langkah. Beberapa rumah dengan halaman yang
asri terlihat menarik untuk dipandang, yang lain terlihat kokoh yang lain juga terlihat rapuh. Pohon-pohon hijau dengan dahan besar menjulang, meneduhkan jalan.
Pada sebuah persimpangan jalan ia menolah ke kanan,
mengingat jalan lama yang pernah ia lewati. Berbagi cerita, suka dan duka. Pada
orang-orang yang pernah ia temui, ia ingat kembali cerita awal dan akhir
perjumpaannya.
Padanya yang pernah memiliki cerita-cerita menyenangkan untuk
diceritakan ulang, ku lambaikan tanganku, kamu telah pergi menuju jalanmu, dan
aku berjalan menuju persimpangan jalanku.
Setiap jalan yang kemudian kita lalui, menemukan
manusia-manusia baru yang luar biasa, dengan kerikil yang berbeda dan angin
sepoi-sepoi atau badai yang menyertainya.
Ternyata berbeda jalan pun terasa menyenangkan.
Tak pernah ada cerita lagi dengan subjek kita, yang tersisa adalah aku dan kebahagianku.
Selamat malam Sephia :)
Komentar
Posting Komentar